Badan cape, pegel2, and linu dimana2. Maklumlah gue baru pulang dari secapa (sekolah calon perwira) polri di sukabumi. Semingguan gue disana buat ngikutin latihan kesamaptaan. Alhasil, gue lost contact ama dunia peradaban. Tapi berhubung latihannya di “perkampungan” polisi akhirnya yah ada2 aja info yang terdengar. Dan cukup mengagetkan pula (sekaligus memprihatinkan). Another bomb strikes Jakarta again this time, saat gue masih ada di Sukabumi.

Sasaran bom kali ini adalah 2 hotel terkemuka di kawasan Mega Kuningan, JW Marriot (again!!) dan Ritz-Carlton. Sebenarnya waktu gue masi secapa, sempat terdengar berita mengenai satu bom lagi di daerah Muara Angke. But apparently it was a false alarm.

Sungguh disayangkan sekali, karena (selain memakan korban luka dan jiwa) bom ini terjadi pas disaat ekonomi negara sedang stabil2nya, pemilu kita terlaksana scr lancar n damai, dan juga selang sehari saja kita akan kedatangan tamu dari UK tim sepakbola MU. Alhasil, semuanya jadi berantakan dhe. Tapi yah memang bgitulah yang namanya strategi org jahat kyk teroris ini. Sebisa mungkin harus bisa menghasilkan efek domino yang sebesar2nya.

Ambil aja salah satu efek dari bom ini, yakni dibatalkannya kedatangan tim MU ke jakarta. Efek dominonya, perusahaan sponsor rugi karena udah ngeluarin biaya promosi, panitia rugi karena udah ngeluarin biaya gila2an untuk benerin stadion, nyiapin keamanan yang maksimal, logistik yang pasti banyak banget item2nya, belum lagi calon penonton dari luar kota yang terpaksa udah ngeluarin duit buat pesen hotel ama tiket pesawat, terus yang bikin gue trenyuh adalah saat melihat pedagang2 yang udah ngeluarin duit byk buat beli kaos2 MU utk dijual pada saat pertandingan namun akhirnya gagal, dll. Dikabarkan kerugiannya yang bisa dihitung saja mencapai 30M rupiah. Ini baru dari satu contoh saja. Contoh dampak lain adalah jatuhnya harga2 saham ataupun nilai tukar mata uang rupiah yang bisa mengakibatkan gonjang ganjing perekonomian. Belum lagi efek2 lain yang sifatnya non-monetary ataupun intangible seperti jatuhnya kepercayaan masyarakat luar terhadap keamanan negara Indonesia, dll.

Meskipun ini bukanlah suatu tindakan yang terpuji, namun tetap terdapat pelajaran yang dapat kita jadikan contoh dalam hidup kita:

If we want to make an impact in every action that we take, consider the domino effect of our action.

Orang2 yang cara berpikirnya hanyalah transactional-minded saja, atau short-minded, ataupun materialistic-oriented, pasti hanya mendasarkan decision making mereka berdasarkan hal2 yang bersifat materialistik ataupun jangka pendek saja. Padahal ada efek2 lain diluar itu yang juga memiliki dampak dalam hidup mereka. Contohnya, sewaktu gue di secapa salah seorang instruktur disana cerita kalau di Indonesia ini hanya ada 1 org yang bisa menggambar sketsa wajah seorang tersangka dgn hanya berdasarkan ciri2 yang disampaikan oleh saksi (yg kyk ada film2 itu lho). Sayangnya, orang ini nggak mau share ilmunya itu ke orang lain. Kalau hanya sekedar melihat pertimbangan material, tentu saja keputusan ini terlihat masuk di akal. Tapi seandainya orang itu mau melihat efek2 lain yang ada dibelakangnya seperti kemungkinan dipanggil sebagai pembicara di seminar, atau menjadi dosen di kampus2 tertentu, serta kemungkinan kenaikan karir kalau ia mau share ilmunya, dll, tentunya ia akan mengambil kputusan yang berbeda dr skrg. Akibatnya skrg, karir org itu mentok sgitu2 aja karena selain org banyak yg kurang simpatik ama dia, ga ada org lain yang bisa gantiin fungsi dia sehingga dia pun akhirnya ga bisa naik karirnya.

Oleh karena itu, jgn sampai ketularan fikiran pendek seperti itu. Cobalah melihat efek domino dari setiap keputusan yang kita buat.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>