Mungkin udah hampir setahun lamanya sejak gue menjalani exchange program gue ke Copenhagen Business School pertengahan tahun lalu di Denmark. Sebuah kesempatan studi yang justru lebih banyak gue manfaatkan untuk jalan2 dan bersenang2 instead of beneran belajar. Hehehehehe. Kalau back in Singapore gue selalu direpotkan oleh urusan exchange rate kalau gue abis balik dari Indo atau saat gue pengen jalan2 nyeberang ke Johor Bahru (Malay), di Eropa ini gue ga terlalu ribet memikirkan hal itu karena most of the countries disana pake currency yang sama, Euro. Memang sih Denmark, tempat gue tinggal masih menggunakan mata uang mereka sendiri, Kroner, tapi selama perjalanan gue mengelilingi 7 negara di benua tersebut gue ga harus sampai memikirkan 7 currency yang berbeda2.

Di ilmu economy sendiri ada yang namanya Holy Trinity. Istilah ini menggambarkan sebuah konsep ekonomi dimana pengaturan uang sebuah negara bisa menerapkan 2 dari 3 sifat dibawah ini:
- fixed exchange rate
- independent monetary policy
- free capital flow

Gue ga akan terjun terlalu teknis kedalam masing2 sifat dari Holy Trinity tersebut. Untuk sekedar memberi penekanan terhadap pernyataan gue sebelumnya, sebuah negara tidak bisa menerapkan ketiga sifat ini sekaligus. Mereka hanya bisa memilih 2 diantara ketiga hal tersebut. Untuk kasus negara2 yang menggunakan mata uang Euro, yang mereka pilih adalah fixed exchange rate (dgn sama2 menggunakan Euro, artinya mereka udah mematok exchange rate yang fixed diantara mereka) dan free capital flow (uang bebas keluar masuk negara mrk). Untuk itu mereka harus mengorbankan kemerdekaan mereka dalam menentukan kebijakan moneter dalam negeri mereka (independent monetary policy). Kita bisa pandang hal ini sebagai sebuah COST untuk dapat menciptakan single currency seperti sekarang ini di eropa.

Negara2 yang turut berpartisipasi dlm menerapkan Euro ini bukanlah negara2 yang bodoh. Kita lihat didalamnya ada Jerman, Perancis, Belanda, dll. Bahkan negara2 di benua Eropa yang pada awalnya belum bergabung, kini satu per satu mulai bergabung kedalam “persekutuan Euro” ini beberapa tahun belakangan ini. Kalau mereka sampai rela membayar COST seberharga itu, berarti benefit yang mereka terima tentu sedemikian besarnya sehingga dapat menutupi cost mereka itu.

Satu keuntungan dari diterapkannya mata uang tunggal yang ingin gue highlight saat ini adalah ….. predictability.

Ofcourse ada hal2 lain yang mendasari pertimbangan mereka seperti alasan2 politis untuk menyaingi supremasi USD sbg mata uang dunia, dll. Tapi gue ga akan menyentuh hal itu saat ini.

Back in the days, saat mata uang Euro belum terlahir, perusahaan2 eropa yang banyak bergantung kepada pergerakan valas (terutama mereka yang banyak meng-eksport produk buatan mereka ke negara lain), seperti BMW, Peugeot, dll, setiap tahun selalu saja dibuat cemas apabila terjadi pergerakan valas yang signifikan. Kalau mata uang mereka menguat, mereka rugi, karena pemasukan mereka dalam bentuk mata uang asing saat dikonversi ke dalam negeri ternyata jadi lebih kecil. Kalau mata uang mereka melemah, mereka pun rugi, karena butuh uang lebih banyak untuk membayar transportasi, warehouse, dan tetek bengek mereka lainnya di luar negeri. Alhasil, mereka kehilangan kemampuan mereka utk dapat mengkalkulasi perhitungan bisnis mereka secara lebih akurat. Untuk menghadapi tantangan ini akhirnya perusahaan2 ini melakukan hedging dgn membeli options ataupun forward contract. Artinya, untuk dapat menghadapi masalah unpredictability ini, ada sejumlah cost yang harus dibayar. Sebuah pemborosan yang besar. Bayangkan berapa banyak uang yang harus dikeluarkan oleh perusahaan2 besar ini apabila digabungkan semuanya. Seharusnya uang2 ini dapat dimanfaatkan untuk hal lain yang lebih bermanfaat dan memberikan value add bagi masyarakat dunia.

Kini setelah Euro diterapkan, pemborosan ini dapat dikurangi secara signifikan (meskipun tidak hilang total). Dengan digunakannya mata uang yang sama dengan beberapa negara yang lain, tidak lagi timbul kekhawatiran akan pergerakan valas (atleast dengan sesama pengguna Euro). Kondisi ekonomi menjadi sedikit lebih predictable.

Kalau dilihat dari kacamata syariah, kondisi yang lebih predictable ini pun bisa mengurangi tindakan spekulasi dr orang2 yang sifatnya menyerupai judi.

Dan kalau sampai semua negara di seluruh dunia ini menggunakan single currency yang sama seperti Euro di Eropa (maybe we can call it Eartho :p), berarti kemungkinan terjadinya spekulasi valas oleh para spekulan2 itu dan juga resiko valas yang bakal dialami oleh dunia bisnis serta kemungkinan terjadinya pemborosan akibat keharusan untuk melakukan hedging valas ini bisa ditekan hingga level ….. ZERO.

Tags:
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>