Archive for November, 2008

…. peluklah diriku dan jangan kau lepaskanku darimu …..

Comments 1 Comment »

Hari ini Prof Shlomo menyampaikan kelas terakhir utk pelajaran Value-Based Innovation. Bbrp temen gue mgkn seneng and lega krn akhirnya kelar juga kewajiban mrk utk kelas ini. Tapi gue justru ngerasa kebalikannya. Gue ngerasa “kehilangan”, krn gue emang suka bgt ama kelas ini.

Di kelas terakhir hari ini, masing2 tim memajang poster buatan mrk msg2 yang mendeskripsikan projek mrk utk kelas ini. Awalnya, gue ngerasa minder pas ngeliat poster2 buatan tim2 lain karena gambarnya bagus2 dan keliatan lebih “wah” drpd punya tim gue. Ada 18 tim in total. Tapi only the best 9 yang dikasih kesempatan utk memberikan presentasi kpd kelas mengenai ide inovatifnya dlm projek itu.

So how did we select the best 9? Well, dosennya ngasih masing2 anak duit palsu $200. Mereka disuruh invest duit itu ke projek yang menurut mrk layak mendapatkan investasi mereka (tapi mrk ga bole milih projek mrk sendiri … harus projek milik tim lain). Bole invest ke 1 proposal only atau mau ke several proposal. Nanti dikalkulasi, projek mana yang mendapatkan duit yang paling banyak. So yang dinilai bukanlah seberapa bagus desain posternya, tapi seberapa feasible-kah business plan yang kita propose utk project ini.

It turns out that my team was the best team … we got the most money in the class ;)

Hehehe. Seneng jg sih. Apalagi posternya kita kerjain semalem suntuk tanpa modal apa2 (handwriting semua … padahal tim lain pada bawa color printer mrk masing2 semlm buat bikin poster2 ini).

Yang cukup menarik perhatian gue, ternyata tim yang masuk the best 9 ini rata2 menawarkan “social added value” yang nggak cm sekedar menawarkan profit-oriented business plan doang. Kyk tim gue menampilkan tema “saving life”, lalu ada kelompok lain yang ngambil tema “going green”, ada juga yang “concern for the elderly people” etc, etc. Tim2 lain yang poster2nya cukup menarik tp hanya sekedar menawarkan profitability dlm business plan mrk justru kurang mendapatkan minat / interest.

Does this mean that “social value” will one day take part in deciding which business opportunity to invest in? Well, maybe yes. Saat ini sih orang2 hanya sekedar tertarik sama NPV semata ketika memutuskan investasi apa yang mau mrk lakukan. But I do believe that social value will be one of the consideration being taken by investors to invest their money in.

Comments No Comments »