Archive for October, 2008

Waktu masih kuliah S1 dulu, a very good and close friend of mine (more of like a brother to me) once said: “seorang muslim itu hanya butuh 2 hal, sabar dan syukur. Syukur dikala senang dan Sabar dikala susah”.

Hari ini, gue bilang ke dia “seorang muslim itu ternyata hanya butuh 1 hal saja Sat … syukur. Syukur dikala senang …. dan juga susah”

And he replied … itulah level selanjutnya. Tingkat dimana takdir duniawi ini sudah bukan hal yg esensial lagi bagi kita. Result might be important, but the process is much more important ;)
So how to make the process “meaningful”?

satriosu: carilah pertolongan dengan sabar & sholat..
satriosu: kalo menurut ustad yg pernah gw denger.. maknanya adalah :sabar dalam menghadapi situasu & keadaan, sabar dalam ngejalanin usaha, dan akhirnya sabar dalam menerima ketetapan Allah…
satriosu: dan sholat maknanya: doa & ngejalanin semua perintah Allah..
satriosu: kalo di dalam solat kita suci.. sebaiknya diluar sholat pun kita suci..
satriosu: kalo di dalam solat kita zikir.. diluar sholat pun kita seyogyanya zikir..
satriosu: kalo di dalam sholat kita tutup aurat.. sebaiknya diluar sholat pun kita tutup aurat..
satriosu: kalo di dalam sholat kita tundukkan pandangan.. sebaiknya diluar sholat pun kita tundukkan pandangan juga..
satriosu: kalo di dalam sholat kita berdoa.. diluar sholat pun seyogyanya kita berdoa..
satriosu: kalo di dalam sholat kita nggak nyakitin jamaah lain.. diluar sholat pun seyogyanya kita nggak nyakitin jamaah lain..

A special thanks to Satrio. Thanks for being beside me through this rough time.

Comments No Comments »

Karena cinta aku belajar..
Ketika aku mencintai seseorang
Aku kan belajar tuk melepaskannya..
Mendoakan kebahagiaan untuknya
Merelakannya..

Biarlah dia bahagia.. Meski tidak denganku
Biarlah tertawa.. Meski tidak untukku
Asal dia tidak menangis.. karenaku
Semua harapan dan impian telah kita lupakan..
Setiap pelukan dan genggaman tangan telah kita
lepaskan

Biarlah ini berlalu..
Agar tak lagi lukai hati kita
Biarlah yang pernah kita lalui..
Menjadi kenangan indah.. & tetap indah
Akan tiba saatnya untuk kita..
Bisa berdiri berhadapan dan tersenyum..
Tanpa ada kesedihan..
Tanpa ada airmata..

Karena ku yakin
Akan tetap ada kasih diantara kita..
Bukan lagi cinta yang berperan dan membutakan..
Karena ku tahu ini yang terbaik untuk kita..

Comments 2 Comments »

 

 

Demi Cinta

maaf ku terlalu menyakitimu
ku telah kecewakan mu
bahkan ku sia-sia kan hidupku
dan ku balut kau seperti diriku

walau hati ini terus menangis
menahan kesakitan ini
tapi ku lakukan semua demi cinta

Akhirnya juga harus ku relakan
kehilangan cinta sejatiku
segalanya t’lah ku berikan
juga semua kekurangan ku

jika memang ini yang terbaik untuk diriku dan dirinya
kan ku trima semua demi cinta ..

Jujur aku tak kuasa saat terakhirku genggam tangan mu
namun yang pasti terjadi
kita mungkin tak bersama lagi

Bila nanti esok hari
ku temukan dirimu bahagia
ijinkan aku titip kan
kisah cinta kita selamanya

Comments No Comments »

Last night gue ke Sushi Tei bareng Marc, Maiko and Dominick di Vivocity. It’s been a while since I had sushi. Tapi yang paling gue nantikan di Sushi Tei tentu saja adalah Salmon Mentai mereka yang konon rasanya bisa bikin orgasme *hiperbol*

Afterwards, we moved to the German Bier Bar di Vivocity juga. No worries, I only had ice lemon tea as usual :p

Disana si Dom ama Marc ngajarin gue tipe2 Bir yang beda2. Dari Lager sampai Hefe. Mereka jg cerita ttg sebuah tradisi dalam agama Kristen dimana mereka ada periode tertentu sebelum Paskah, namanya Lent, yang mirip2 sama Ramadhan dalam Islam karena mereka harus “puasa” menahan hawa nafsu, berperilaku lebih baik, dll selama 40 hari itu. Nah untuk melalui masa2 susah ini (ini kata2nya si Dominick lho), para rahib (monk) di Jerman membuat bir yang namanya Bock, utk di konsumsi selama masa “susah” itu. Merk komersialnya Paulaner Salvatore.

Meskipun kita sama2 punya masa “puasa”, Lent ama Ramadhan, tapi cara kita melalui periode itu kontras banget. Kalau gue puasa di bln Ramadhan di Jakarta dgn gaya ala Jerman gitu, bisa di-cap “immoral” sama org2 disekitar gue … hehehehehe. Tapi kalau gue melakukannya di Jerman, mgkn akan agak beda situasinya.

So, apa sih yang termasuk dalam perilaku ”moral” ?

Kalau kita melihat hal ini dalam skala individu tentu kita bisa bilang “ngapain sih cape2 ngomongin hal ini. Lets embrace our differences”. Kalau mnrt si A minum bir itu ga baik, yah ga usah minum. Tapi kalau mnrt si B minum bir itu oke2 ajah, yah monggo2 wae.

But thing starts to become a bit complicated kalau hal ini sdh masuk skala publik. (konteks pembahasan ini dibatasi cm utk isu yang masuk grey area lho yah kyk masalah minum bir ini krn masih ada yang pro dan juga ada yang kontra. Tapi utk hal2 kyk pencurian, pemerkosaan, dll itu jelas bakal masuk black area semua)

Kalau di Amrik mgkn contohnya adalah debat mengenai RUU perkawinan sesama jenis yang masih banyak pro dan kontra-nya. Orang yang berhaluan liberal akan condong utk mendukungnya krn mendukung kebebasan berekspresi dalam diri setiap individu, sementara orang2 yang berhaluan conservative akan condong utk menentangnya karena bertentangan di nilai2 yang mrk anut. Yah sama aja kyk di Indo, yang conservative mendukung RUU anti-pornografi sampai titik darah penghabisan, yang liberal menentangnya mati2an.

Menurut teori Moral Foundation Theory, ada 5 hal yang mempengaruhi jiudgement kita mengenai moral:

  1. Harm/care
  2. Fairness/reciprocity
  3. Ingroup/loyalty
  4. Authority/respect
  5. Purity/sanctity

Nah perbedaan porsi dan persepsi tiap2 individu akan kelima hal ini-lah yang pada akhirnya membentuk mindset kita yang jadi lebih prefer ke arah conservative atau liberal.
Mana yang lebih baik? Conservative or Liberal?

Hmmm … yah spt salah 1 argumen diatas .. mgkn emg lebih baik if we just say that it”ll be better if we just embrace our differences ;)

Just like Yin dan Yang, the two differences can create wonders if we embrace them. Kalau di mitology Hindu, ada Dewa Wisnu sang pemelihara dan ada Dewa Shiwa sang penghancur (pembaharu). Dua hal yang saling kontradiktif. Tapi karena kontradiksi inilah mereka bisa menciptakan harmoni dalam dunia ini. Bersama2 dgn Brahma sang pencipta mereka adalah 1 entiti yang sama yang bernama Trimurti.

Kalau diliat2 bukankah sifat2 dari Wisnu sang pemelihara itu mirip dgn golongan conservative sementara Shiwa sang pembaharu mirip dgn kaum liberal?

Then again, an issue still arise on how do we manage this contradiction.

Kalau ada yg tanya hal ini ke gue, gue akan bilang “good question” … terus kabur … hehehehe

Kebetulan kmrn di kelas LOB, ada tugas baca mengenai gimana Toyota justru memanfaatkan kontradiksi ini utk menuju sukses.

Yang gue suka dalam artikel ini bukanlah mengenai step2 yang Toyota lakukan utk me-manage hal ini (krn mnrt gue strategi mrk blm tentu bisa berhasil dalam organisasi lain). Tapi ending dari artikel inilah yang menarik bagi gue.

People often ask us, “Tell me one thing I should learn from Toyota.” That misses the point. Emulating Toyota isn’t about copying any one practice; it’s about creating a culture. That takes time. It requires resources. And it isn’t easy.

So jawaban utk bisa me-manage berbagai isu yg banyak pro dan kontra-nya kyk di Indo yah yg pasti fondasinya (kultur) harus dibangun terlebih dahulu. Apa itu fondasinya? pemahaman bahwa berbeda pendapat itu hal yg wajar dan patut dihormati dan dihargai. Because we are not machines …. we are humans.

Comments No Comments »

US embassy di Singapore udah ngirimin gue email minggu lalu, ngasih tau kalau visa gue udah jadi dan bisa diambil kapan aja. But sadly I’m heavily considering not to continue my exchange program to US next semester. “Sadly” karena gue udah banyak ngeluarin effort and tenaga buat bisa dapetin kesempatan ini. Tapi dilain pihak, my conscience and logic mendorong gue utk lebih condong untuk tinggal di Singapore dan nyelesaiin aja program studi gue disini. Yah mudah2an aja ini memang keputusan yang terbaik bagi gue *amiiin*

Kayaknya tanpa perlu ditutup2i semua orang udah bisa menebak kalau pertimbangan utama gue untuk tetep tinggal adalah karena ancaman resesi global yang mayan bikin kelabakan temen2 MBA gue yang akan segera lulus. Pada kelabakan krn mereka sadar, it’s going to be hard to get a job. Kecemasan yang sama pun menyerang gue. Tapi berhubung ini adalah faktor yang uncontrollable bagi gue, yah gue istiqomah aja sama Allah.

There’s always a silver lining in every clouds ;-)

Segala ancaman resesi ini ujung pangkalnya disebabkan oleh sebuah produk derivative bernama Mortgage Backed Security kayak pembahasan gue di blog ini beberapa waktu yg lalu. Banyak pengamat yang berpendapat bahwa instrumen derivative ini adalah alat yang sangat berbahaya bagi ekonomi dunia. Kalau kata Warren Buffet, derivative ini adalah financial weapons of mass destruction.

Kalau mau tau apa itu derivative (ini bukan derivative turunan matematis yang biasa dipelajarin dalam aljabar liniear lho … hehehehe), Investopedia ngasih contoh and ilustrasi mengenai derivative ini secara simpel and gamblang.

Kalau derivative ini memang berbahaya, ada berapa banyak sih (atau lebih tepatnya, berapa sih total nilai) derivative di dunia ini?

Mnrt Bank of International Settlements, total value dari kontrak derivative saat ini di dunia mencapai US$ 1.14 Quadrillion !!!

Bear in mind that this is in US$ dan Quadrillion itu ada 15 angka nol dibelakangnya :-S

Kalau uang recehan amrik dikumpul2in buat menyusun 1 Quadrillion USD, kurang lebih bentuknya bakal kayak gini nih >>> http://www.kokogiak.com/megapenny/seventeen.asp

Kalau kita bandingin sama GDP dunia ini secara keseluruhan, GDP di seluruh dunia aja cuman mencapai US$ 65 Trillion doang. Jadi transaksi derivative di dunia ini nilainya kurang lebih mencapai 20 kalinya GDP dunia ini :-S

Kalau sampai market derivative benar2 ambruk, siapa yang mampu nutupin kerugian itu yak *_*

Comments No Comments »