Dunia persilatan finansial global (if I may add “riba-based global economy” :P) sedang dilanda gunjang ganjing saat ini. Seperti yang sdh diketahui banyak orang, di tahun 2007, negara dengan basis ekonomi dan finansial terkuat didunia (USA) dilanda krisis finansial yang dikenal sebagai subprime mortgage crisis.

Sesuai dgn namanya, krisis ini tentu ada hubungannya sama mortgage (di indonesia namanya “hipotek“). Kalau ngomongin mortgage / hipotek, berarti ga bisa pisah dari yang namanya asset tak bergerak, lumrahnya sih rumah n tanah. Sebelum masuk tahun 2007, industry housing di Amerika lagi hot2nya nih ceritanya. Harga real estate terus2an naik dan ga menunjukkan indikasi kalau akan turun (yah kyk di Indo harga tanah khan ga pernah turun, naik terus setiap tahunnya, mirip spt itulah kasusnya).

Nah mnrt sistem ekonomi riba *halah lagi2 riba*, property tak bergerak ini bisa dijadikan jaminan utk lebih dari 1 skenario kredit / pinjaman. Istilahnya second mortgage-lah. Perancang skema kredit ini tentu saja adalah para ekonomis kapital yang notabene adalah para investment bankir2 Yahudi di Amrik. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk menarik minat masyarakat utk “membeli” produk riba ini. Dan itulah yang terjadi. Orang2 pada berlomba2 utk membeli rumah / property dgn menggunakan skema kredit tertentu (this already a riba scheme). Lalu dgn spekulasi kalau harga property akan terus menanjak (again this is another riba atau lebih tepatnya judi!), orang2 ini mengambil second mortgage (like i said before, this is another riba product) dgn jaminannya adalah the future expected added value of their property.

Lalu apa yang terjadi?

Yah, lets just say kalau orang2 ini kalah judi-lah. Tapi sblm gue lanjutin, gue pengen highlight ttg produk riba lain yang namanya Mortgage-backed securities (MBS). Pada dasarnya sih MBS ini adalah securities atawa a piece of paper yang merepresentasikan sebuah financial value dan dpt diperjualbelikan. Lalu yang bikin MBS ini punya nilai (financial value) adalah asset yang mem-backup-nya, yaitu mortgage karena mortgage ini punya future cash flow (berupa pembayaran interest n prinsipal) yg nantinya dibayar ke pemegang MBS ini. Tapi yang membackup ini bukan cm 1 mortgage lho tp kumpulan mortgage dari ratusan, ribuan, mgkn jutaan org. So it’s a pool of mortgage. So you can imagine how big it is. But also remember, pemegang MBS ini ga cuma 1. Jadi kumpulan cash flow ini dibagi2kan ke pemilik MBS sesuai dgn porsinya masing2. Biasanya yg beli2 MBS ini adalah para institusi finansial spt investment bank gt.

Kalau kata investopedia:

When you invest in a mortgage-backed security you are essentially lending money to a home buyer or business.
An MBS is a way for a smaller regional bank to lend mortgages to its customers without having to worry about whether the customers have the assets to cover the loan. Instead, the bank acts as a middleman between the home buyer and the investment markets.

Kembali lagi ke masalah Judi. Knp gue bilang kalau org2 ini kalah judi? krn spekulasi mereka salah semua. Housing di US jadi over supply krn skema riba ini. Harga housing runtuh semua di US. Terjadilah Housing Bubble Burst di US.

Terciptalah kondisi negative equity (kondisi dimana nilai utang > nilai underlying asset) di pasar US krn future expected added value dari underlying asset mrk tidak pernah terjadi (lha wong harga propertinya turun terus). Sesuai dgn hukum ekonomi kapital dimana high risk = high return, kondisi yang high risk ini menyebabkan interest rate dari mortgage untuk turut naik. Pada akhirnya para pengutang2 ini pada default dan tidak mampu membayar utang mortgage mereka.

Terus gimana dgn nasib investment bank yang memegang MBS? Yah cuma ada 1 kata … “loss”

Awalnya sih blm byk keliatan pengaruhnya. Maksudnya infrastruktur ekonomi kapital yang sdh terbentuk keliatannya masih mampu menahan serangan krisis ini. But it’s all a fake…. 

A year later …. lebih tepatnya minggu kmrn, 2 investment bank terbesar terpaksa mengaku kalah sama krisis ini. Lehman Bro mengajukan pailit. Merril Lynch di-takeover sama Bank of America. Hari ini bahkan Pemerintah US musti menyuntikkan dana besar2an ke AIG yang notabene adalah duit para tax payer. 

Apakah ini awal dari kehancuran ekonomi riba? Its hard to tell …. 

Though if I were to guess, I would say “no”. Infrastruktur ekonomi riba sudah terlalu mengakar kuat di kehidupan kita dimanapun kita berada. It would need more than just this kind of stuff utk bisa totally menghapuskannya dari dunia ini.

4 Responses to “Kehancuran Ekonomi Riba (?)”
  1. koq salah alamat ndo ?

  2. masa’ sih? gw bisa buka kok.
    or ente buka di website http://warnaislam.com aja, cari yg di rubrik: Ngobrol Santai trus cari yg judulnya Rumput Tetangga Lebih Hijau

  3. eh bisa deng :D

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>