Archive for June, 2008

Here I am in Copenhagen. Can’t complain much (except for the all the high prices here as it is one of the Top 3 Most Expensive city in the world). Haven’t started my class yet now. So still have sometime to wander around the city.

Eventhough its summer, but its quite cold here (can drop to below 20C) so I always have to use my jacket, cap and scarf. And the daylight is soooo long. It still feels like 5PM at 9PM here. The Isya time only starts at 11 PM and Shubuh time starts at 4 AM (you can guess for yourself how long is the sunlight here).

Nevertheless, I might be one of the luckiest people around here. I got the biggest room in my dorm … FOR MYSELF !!! yup, that’s right baby. All my friend only got those small room, but I got a room that was supposed to be shared with someone but I have no roommate. So it’s all for me ;)

I also somehow manage to get a business class seat from Singapore to Bangkok (before I transit to Copenhagen), while I only hold an economic class ticket. That was sweet. I think I’m going to enjoy this eurotrip :)

Comments 2 Comments »

Ah senangnya bisa pulang ke rumah. Bisa jalan2 ama pacar, becanda ama adek gue, diskusi ama bokap, manja2an ama nyokap (yup i’m a mom’s boy).

Pas mlm pertama nyampe, bokap cerita ke gue kl dia baru aja dgr ceramah ttg Ahmadiyah pas maghriban di Al-Azhar. Ternyata didalam ajaran Ahmadiyah tuh kerap kali mereka melakukan adu sumpah sama pihak lawannya (biasanya kiai2 Islam yang berbeda pendapat sm mrk). Jadi diajaran Ahmadiyah tuh mrk memiliki doa2 tertentu utk menjalan ritual sumpah2an ini. Dan biasanya ini dipake kl perdebatan antara mrk dgn seorang kiai Islam ga ketemu ujang pangkalnya. Nah kl udah begini orang Ahmadiyah pasti ngajak adu sumpah "siapa yang salah bakal dilaknat Allah di dunia dan Akhirat".

Nah yang kasih ceramah di Al-Azhar ini kebetulan dulu penganut Ahmadiyah dan dia pernah melakukan ritual sumpah2an ini sama seorang ustad di Lombok. Dan dia "kalah". Akhirnya dia mempelajari kembali ajaran2 Islam dan menyadari bahwa ajaran Ahmadiyah itu salah. Biasanya jangka waktu utk sumpah ini utk terlihat adl 1 thn lamanya.

Nah lucunya lagi, Mirza Ghulam Ahmad itu ternyata mati setahun setelah dia melakukan sumpah2an dgn seorang Muslim. Nah lho piye iki !!

Comments No Comments »

horeee bsok sore plg ke jakarta tercinta. meskipun cm buat seminggu, gue yakin trip kali ini bakal bisa me-refresh jiwaku yang sedang gersang ini *halah*

iri sih liat temen2 gue (kyk si patar) yang bener2 full menikmati liburannya ampe 8 minggu. sementara gue musti ambil summer school ke denmark mulai 2 minggu lagi selama sebulan. tapi gpplah. kapan lagi bo’ gue bisa sekolah ke eropa (mdh2an sih this wont be my last .. hehehehe)

pagi ini gue ke danish embassy buat ambil visa gue. alhamdulillah semuanya lancar. seneng bgt liat visa schengen di passport gue. hehehe harap maklum … kampungan :p

abis itu gue muter2 orcet buat beli oleh2. ternyata cape juga ya shoping seharian *retoris*

well anyway, i’m in quite a good mood nowadays. sepulang dari Vietnam nilai2 gue buat trimester ini keluar. meskipun agak dibawah expektasi gue, but it’s okay-lah. kata sinta, gue harus bersyukur dan terus berusaha utk bisa bikin diri gue lebih bersukur lagi di masa mendatang dgn hasil yg lebih baik. visa denmark gue udah jadi tanpa masalah berarti. bsok gue plg ke jkt. report2 udah kelar. ah lega dhe semua….

Kalo di renung2in, emang bginilah ritme hidup ya. 2 minggu lalu gue ngeluh2 kesana kesini ttg hidup gue yang berasa berantakan banget. Mencoba sekuat tenaga gue utk bisa tetap positif, optimis dan tetap bersyukur. Skrg keadaan bener2 berubah 540 derajat (let me help you …. 540 derajat = 360 derajat + 180 derajat … hehehe).

Gue jadi inget kuliah Market Risk Management gue. Di salah satu materinya disebutin kalau praktek hedging itu udah lama diterapin manusia, bahkan sejak jaman kuno di era firaun. Kala itu Yusuf mampu meramalkan kalau tanah Mesir bakal dilanda 7 tahun kesuburan dan diikuti oleh 7 tahun kegersangan. Nah saat itulah kemudian Mesir melakukan hedging dgn "menabung" hasil panennya di masa2 subur itu utk menutupi kekurangan panen di masa gersang.

The same can be applied to syukur. Berhubung ritme hidup kita rada fluktuatif (kadang diatas, kadang dibawah) dan berhubung bersyukur disaat sedang "gersang" itu rada susah, ada baiknya kita banyak2 bersyukur dan terus bersyulur di masa2 "panen". Yah it’s like melakukan hedging buat syukur. Kita byk2in tabungan syukur di saat2 bahagia kita sbg persediaan utk menutupi kekurangan syukur kita di saat2 susah.

Yah walaupun scr ideal sih harusnya bersyukur itu ga pandang waktu. Mau lagi senang ataupun susah, kita harus tetap bisa mensyukuri segala pemberianNya kepada kita.

Comments No Comments »

ku rindu di sayangi
sepenuh hati
sedalam cintaku
setulus hatiku
ku ingin memiliki kekasih hati
tanpa air mata
tanpa kesalahan

tanpa cinta yg melukai diriku
dan meninggalkan hidupku lagi

tolonglah aku dari
kehampaan ini
selamatkan cintaku
dari hancurnya hatiku
hempaskan kesendirian yg tak pernah berakhir
bebaskan aku dari keadaan ini
sempurnakan hidupku
dari rapuhnya jiwaku
adakah seseorang yg melepaskanku
dari kesepian ini

kesepian ini…

Comments No Comments »

Here I am in my room at Graduate Hall facing my one-week-worth-of-laundry. Just got back from Vietnam for my Business Study Mission trip. It was fun and amazing. We got to meet a lot of business practitioners, government officials, consultants, factories, and last but not least the famost water puppet of Vietnam … hehehehe

Nevertheless, this is not my home. No matter how great or fascinating Singapore is, its still not "home" to me. I definitely wanna go back to Jakarta, my home.

Come to think of it, lucu juga sih. Pas di Vietnam orang2 pada blg "have a nice trip back home". But this aint my home. It’s just another transit for me.

Rada iri juga sih lihat Truong ama Hang yang pulang for good ke Vietnam setelah MBA study mrk udh selesai disini. But my time will come. For now, I just have to struggle with my life here in Singapore and try to force myself to view it as my home …. for now.

*fajar si anak rumahan*

Comments No Comments »