It’s Monday, tapi tidak seperti hari Senin biasanya dimana gue biasa memulai hari ini dengan berat dan agak malas mengingat gue harus kembali lagi ke aktifitas rutin gue di kantor. Tapi hari ini beda. Gue emang sudah merencanakan semenjak jumat kmrn untuk menghabiskan sebagian besar waktu gue hari ini diluar kantor.

Perusahaan tempat gue kerja sangat concern dengan kondisi kesehatan pegawainya. Maklumlah, bidang yang digeluti adalah bisnis dengan resiko yang tinggi. Sehingga sudah sepantasnyalah mereka concern dengan hal tersebut (selain masalah Safety dan Environment juga pastinya). Alhasil, setiap pegawai diharuskan untuk mencek kondisi kesehatannya setiap tahun dengan mengikuti Medical Check-Up (MCU) di RS Lakespra.

Sebenarnya tidak begitu terasa juga kalau ternyata sudah setahun lamanya semenjak MCU terakhir gue disana, 13 September 2005. Hari ini sudah tgl 18 September 1006. Udah telat 5 hari buat MCU nih. Kalau gak MCU, udah pasti gue gak bakal bisa naek ke laut (istilah di tempat kerja gue untuk mengekspresikan kata "pergi ke offshore", memang daerah operasi perusahaan gue adalah laut sebelah tenggara Sumatera sehingga dikenal juga di kalangan industri kami, which is industri Migas, dgn sebutan South East Sumatra a.k.a SES). Padahal gue ada rencana mau naek ke laut besok kamis. Daripada nanti gue ditahan sama petugas barcode (petugas yang mencek status MCU dan syarat2 lain dari pegawai yang akan naek ke laut) waktu mau naek besok kamis, gue putuskan hari ini untuk pergi MCU ke Lakespra.

Tahun lalu waktu MCU, gue langsung berangkat dari rumah ke Lakespra. Tapi hari ini gue mampir dulu sebentar ke kantor. Ada beberapa titipan kerjaan nih buat temen2 kantor gue. Dan pastinya gue harus memastikan kalo persiapan ruangan dan PC buat training PLC/SCADA yang gue rencanain hari ini udah siap semua. PLC/SCADA adalah software/instrumen yang membantu pekerjaan yang mengendalikan proses2 tertentu (misalnya mengatur tekanan kompresor/pompa) secara jarak jauh. Mereka yang memiliki latar belakang teknik fisika / elektro tentu familiar dengan alat ini. Tapi gue termasuk lulusan elektro yang kurang familiar dengan "makhluk" yang satu ini.

Gue sampai diparkiran agak pagi drpd biasanya hari ini. Bisa juga ternyata gue dateng agak pagi ke kantor, pikir gue. Setelah mengistirahatkan Accord hitam gue di tempat favorit, gue langsung menenteng 2 infocus yang ada di jok belakang mobil gue. Gue emang udah rencana untuk balikin salah satu infocus itu ke helpdesk hari ini, dan yang satu lagi mau gue pakai buat training PLC/SCADA itu.

Sesampainya di lantai 3, tempat dimana gue biasa mencurahkan segenap pikiran dan perhatian gue untuk membayar balas budi yang biasa gue terima setiap bulan dari perusahaan ini dan gue sebut sebagai "gaji", gue langsung menghampiri anggie dan ozka. 2 wanita yang senantiasa mengisi hari2 gue di kantor ini. Ke anggie gue nitip training PLC/SCADA yang sebentar lagi jalan beserta segala tetek bengeknya. Sementara ke ozka gue nitip persiapan training CPR & First Aid yang gue adain di Kalijapat hari ini. Kalijapat adalah warehouse dari perusahaan gue yang berlokasi di Ancol. Kalijapat juga berfungsi sebagai port/pelabuhan, tempat dimana pegawai kita rutin melakukan "crew change" alias pergantian shift pekerja yang akan kerja ke dan/atau pulang dari offshore setiap minggunya.

Setelah yakin semua beres, gue langsung balik ke mobil kemudian meluncur ke Lakespra. Lakespra ini adalah RS milik AU. Sudah pasti perlengkapan dan dokter2 penjaganya termasuk canggih dibandingkan RS lain. Lha wong yang biasa Cek-Up kesitu adalah pilot2. Oh yah, tidak lupa juga gue bawa novel pinjaman dari temen gue Dipo, ayat-ayat cinta. Drpd gue bengong nunggu dari satu cek-up ke cek-up yang lain (ada beberapa cek-up yang musti gue jalanin di RS ini: cek darah, cek kardio, cek THT, cek mata, dll) mendingan gue nyambi sambil baca buku ini, pikir gue.

Perkiraan gue ga salah. Novel ini cukup menemani kesepianku disana kala menunggu giliran namaku dipanggil untuk mengikuti cek berikutnya. Padahal gue banyak ketemu sama orang2 kantor disana. Tapi gue lagi agak males ngobrol sama mereka. Mendingan baca buku aja.

Kelar menjalani MCU, gue kembali mengarah ke kantor. Tapi jarum pendek jam tangan gue udah hampir nyentuh angka 12. Pantes perut gue laper. Mumpung lagi sendirian, mendingan cari makan yang murah2 aja. Gue jadi inget tukang Nasi Gule yang jualan di Mesjid At-Taqwa Sriwijaya. Cuman 5000 per piring gule-nya. Lumayanlah makan murah sekalian Shalat Dzuhur disana.

Sambil ditemani sebotol Tekita dingin, gue santap makanan hangat itu. Cuaca lumayan terik. Tapi gue berasa teduh berada dibawah salah satu pohon besar yang mengelilingi mesjid itu. Setelah membayar makanan dan minuman yang tak lebih dari 10rb itu, gue segera masuk area mesjid hendak mengambil air wudhu guna membasuh wajah berkeringat ini dengan siraman air sejuk.

Selesai membaca tahiyat akhir kemudian salam dan berdoa, tak lama kemudian gue kembali ke mobil gue untuk kembali lagi ke kantor. I still have some work to do. So much for the fun i had today, have to get back to those paperworks. Eh but wait, gue khan janji mau ke Kalijapat bareng Anggie pake mobil kantor. Ngecek training CPR/First Aid ama nganterin bbrp barang. It seems my day isn’t over yet. Thank God i can still escape from the office for another hour.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>